Sebagai partai yang sering mengidentikkan diri dengan generasi muda dan progresivitas, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) umumnya membawa agenda pelatihan kerja yang berfokus pada digitalisasi, ekonomi kreatif, dan link-and-match antara pendidikan dengan dunia industri.
Berikut adalah poin-poin utama program kerja atau aspirasi kebijakan yang biasanya diusung PSI dalam bidang pelatihan kerja:
PSI mendorong transformasi BLK agar tidak hanya mengajarkan keahlian konvensional (seperti menjahit atau montir), tetapi merambah ke keahlian masa depan.
Kurikulum Digital: Pelatihan coding, desain grafis, digital marketing, dan manajemen media sosial.
Kolaborasi Industri: Mengajak perusahaan swasta untuk terlibat langsung dalam menyusun kurikulum agar lulusannya langsung terserap kerja.
Fokus pada pengurangan angka pengangguran terdidik dengan mempermudah akses magang bagi lulusan baru (fresh graduates).
Incentive bagi Perusahaan: Mengusulkan kebijakan agar perusahaan yang membuka program magang berkualitas mendapatkan insentif tertentu dari pemerintah.
Standardisasi Uang Saku: Mendorong adanya standar kompensasi yang layak bagi pemagang agar program magang tidak disalahgunakan sebagai tenaga kerja murah.
Mengingat basis konstituennya banyak dari kalangan milenial dan Gen Z, PSI menekankan pelatihan kewirausahaan.
Inkubasi Bisnis: Pelatihan manajemen keuangan, branding, dan cara mengakses modal bagi pelaku usaha pemula.
Literasi Digital UMKM: Melatih pelaku usaha kecil agar mampu melakukan digitalisasi pemasaran (onboarding ke marketplace).
PSI menyadari tantangan otomasi dan kecerdasan buatan (AI). Program kerjanya mencakup:
Pelatihan Adaptif: Memberikan akses pelatihan bagi pekerja yang industrinya mulai terdisrupsi agar mereka memiliki keahlian baru yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini.
Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.
